Minggu, 16 Januari 2011

AC YANG RAMAH LINGKUNGAN.

Tanaman Pengganti AC Plasmacluster

Ditulis oleh matoa dalam kategori Tips tanggal 10 Dec 2010
Bagi Anda yang hampir melakukan semua aktivitas di dalam ruangan, perlu berhati-hati terhadap udara dalam ruangan. Pencemaran udara dalam ruangan atau indoor pollution terjadi karena asap rokok dan hasil pembakaran alat rumah tangga.
Indoor pollution cenderung disebabkan asap rokok. Satu batang rokok mengandung kurang lebih 4000 jenis bahan kimia dengan 40% kandungan racun. Asap rokok sangat berbahaya, terutama bagi perokok pasif.
Gas paling berbahaya yang dihasilkan rokok adalah karbon monoksisa (CO). Gas ini terhisap oleh manusia melalui proses pernafasan. Gas tersebut akan ikut dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Gas ini berbahaya karena mampu mengikat hemoglobin darah 200-250 kali lebih kuat disbanding oksigen. Kekurangan oksigen akan menyebabkan penyakit hipoksida.
Upaya mengurangi bahaya yang disebabkan gas polutan adalah dengan memasang AC Plasmacluster, mampu mengurangi kadar karbon monoksida dalam asap rokok dan menghentikan aktivitas mikroorganisme dari golongan jamur dan virus. Namun, AC Plasmacluster cukup mahal dan memerlukan energi listrik tinggi. Bagaimana cara mengganti AC Plasmacluster tersebut? Berikut kombinasi tanaman yang mampu menggantikan fungsi AC Plasmacluster di rumah dan kantor Anda.
Kombinasi tanaman lidah mertua atau Sansevieria dengan Sri Rejeki atau Aglaonema mampu menggantikan peranan AC Plasmacluster. Sansevieria mampu memberikan udara segar dalam ruangan karena tanaman ini terus-menerus menyerap zat berbahaya di udara sepanjang hidupnya. Selain sebagai anti polutan terhadap asap rokok, sansevieria juga mampu menyerap carbon dioxide, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Penelitian yang dilakukan NASA selama 25 tahun menunjukkan bahwa  Sansevieria mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang terdapat di udara sebab Sansevieria mengandung bahan aktif pregnane glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut jadi tidak berbahaya lagi bagi manusia.
Sedangkan Sri Rejeki atau Aglaonema mampu mengurangi polutan dengan menyemprotkanuap air. Selain uap air, aglaonema juga menyemprotkan senyawa phytochemical. Senyawa ini mampu menekan pertumbuhan spora jamur dan bakteri merugikan dalam ruangan. Penelitian menunjukkan amuba dan bakteri akan musnah dalam beberapa menit jika diletakkan dekat dengan aglaonema.
Berdasarkan riset Wolfereton Environmental Service, sehelai daun Sansevieria mampu menyerap 0,938 mikrogram formaldehyde per jam. Menambahkan 1 pot Sansevieria dengan 5 helai daun dan 1 pot Sri Rejeki dengan 14 helai daun mampu menggantikan AC Plasmacluster sebagai penetralisir udara dalam ruangan bervolume 100 m3.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba
Sumber: Mokhammad Sofyan, Vivi Aprillia, Siti Maimunah, Dian Siswanto, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
Sumber foto: albinopri.cool.ne.jp

PESTISIDA NABATI DI SEKITAR KITA

Ramuan Alami Pembasmi Walang Sangit, Penggerek Batang, dan Ganjur

Ditulis oleh matoa dalam kategori Tips tanggal 13 Dec 2010
Anda tentu sering mendengar hama padi seperti walang sangit, pengerek batang, dan ganjur. Walang sangit merupakan serangga pada tanaman padi. Hewan jenis ini menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) yang menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
Penggerek batang merupakan hama yang ulatnya hidup dalam batang padi. Hama ini berbahaya karena anakan padi mampu dirusaknya sehingga tak dapat menghasilkan gabah. Sedangkan, ganjur merupakan salah satu hama berbahaya yang dapat menurunkan hasil produksi padi.
Cara yang dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida pada tanaman padi. Namun, perlu dicermati ulang apakah pestisida tersebut ramah lingkungan? Seperti kita tahu, pestisida kimia memiliki dampak negatif seperti, mengakibatkan resistensi hama sasaran, membunuh musuh alami, mencemari lingkungan, dan disinyalir beberapa di antaranya bersifat karsinogenik.
Pestisida kimia dapat digantikan dengan pestisida nabati yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan. Berikut akan disajikan pembuatan pestisida nabati yang mampu mengurangi penyebaran hama walang sangit, penggerek batang, dan ganjur. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
  1. Daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) 1 genggam
  2. Daun mindi (Melia azedarach) 1 genggam
  3. Daun sirsak 1 genggam
  4. Daun tembakau 1 genggam
  5. Cabai merah 1 genggam
  6. Umbi gadung racun 1 kepal tangan
  7. Garam dapur 150 gr
  8. Kapur 500 gr
  9. Pupuk kandang 4 kg
  10. Air 50 liter
Cara pembuatan pestisida nabati ini adalah:
  1. Semua bahan direndam dan diaduk-aduk dalam air.
  2. Biarkan campuran selama 2 – 4 minggu.
Selanjutnya, air rendaman campuran bahan-bahan tersebut dijadikan sebagai pestisida. Air rendaman diencerkan dengan embilan liter air. Kemudian, Anda dapat menyemprotkan ke seluruh permukaan tanaman.

Sumber: peramalhama.cilacaponline.web.id , knowledgebank.irri.org, pertaniansehat.or.id, anekaplanta.wordpress.com, isroi.wordpress.com
Sumber foto: asep4212.wordpress.com

semangat baru untuk para perwira muda.

Semangat mu tak kan pernah luntur walau kamu tetap melebur
menyatu dengan alam
bumi akan mendengar mu
langit akan melihatmu bertasbih ,berjuang dan membela tanah air demi harapan yang lebih di masa depan
tanpa pamrih mengharapkanya
engkau menyianri bagai matahari pagi.Sedingin Embun pagi yang menyapa sekawanan burung pipit yang keluar dari sarang nya...
Bernyanyi menyambut ketenanganmu,keteegaran,kekuatan dan kelemahan sikap mu terhadap orang lain
membagi yang tak pernah terbagi
terganti dengan tak mengaharap menjadi pengganti.